Posts

Showing posts with the label Peace

Tak Mengapa Menepi Dulu

Tak mengapa, menepi sementara. Dari hiruk-pikuk dunia, dari belajar ilmu-ilmu yang dulu sangat semangat kau pelajari. Sebab, saat ini kau harus fokus menyembuhkan dirimu dahulu. Tak mengapa, menganggap dirimu tak seproduktif dulunya. Meninggalkan rutinitas-rutinitas yang biasa kau lakukan sebelumnya. Meninggalkan hal-hal yang kau gemari dulunya. Sebab, saat ini kau hanya ingin fokus pada kebahagiaan yang lebih hakiki. Tak mengapa, tak terlalu berinteraksi dengan banyak manusia dahulu. Tak mengapa, tak terlalu melihat kabar terbaru mereka dahulu. Sembuhkan lebih dahulu luka-luka yang kau rasakan. Fokus hanya pada hal-hal yang tak memberatkan pikiranmu. Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Sabarkanlah dan kuatkanlah dirimu. Kehidupan dunia hanyalah beberapa malam yang bisa dihitung. Kalian hanyalah kafilah yang sedang singgah. Hampir-hampir salah seorang di antara kalian dipanggil (untuk berangkat) lalu dia memenuhi panggilan tersebut tanpa sempat menoleh. Kembalilah kalian ...

Merasakan Alur Hidup Lambat, dan Bersyukur.

Saat kecil dulu, ku pikir menjadi dewasa itu sangat menyenangkan. Bisa pergi ke tempat yang ku mau dengan bebas, Bisa melakukan hal-hal yang dulu dilarang karena terkendala umur, Bisa membeli makanan dan barang-barang yang kuinginkan dengan mudah. Namun setelah ku alami sendiri, ternyata tak semudah itu. Pernah pula saat itu ku berpikir, untuk bisa masuk ke dalam surga hanya cukup dengan sholat lima waktu dan bisa membaca Al-Qur’an dengan benar saja. Namun setelah lama belajar sekarang, ku sadari ternyata tak sesederhana itu saja. Bahwa ternyata, banyak hal yang mesti dipelajari untuk bisa berikhtiar masuk ke dalam surga. Banyak hal yang perlu dilakukan, agar kelak dapat Allah wafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Apalagi, tak ada yang dapat menjamin amalan kita saat ini sama dengan akhirnya kelak. Sebab, amalan seorang hamba dilihat pada akhirnya. Seperti yang diterangkan di dalam HR. Bukhari, “Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.” Tentunya dalam proses berikhtiar mendapa...

Memahami Takdir Allah

Terkadang kita harus percaya bahwa apa yang Allah siapkan untuk kita itu lebih baik, daripada apa yang kita ekspektasikan. Dengan mencoba untuk menurunkan ekspektasi serendah-rendahnya . Ketika realita yang terjadi di depan mata rendah, rasa sakitnya tidak akan terasa terlalu pedih. Namun jika realitanya lebih dari yang diekspektasikan, maka kita akan lebih mudah bersyukur. Kita akan semakin banyak bergumam, "Oh, ternyata ini maksud Allah dari semua hal yang selama ini kupinta dan kuharapkan?" Mencoba untuk lebih menikmati semuanya tentang masa depan, tak ada lagi kekhawatiran berlebih yang dirasakan. Sebab, besarnya rasa keyakinan (tauhid) pada Allah. Dengan mempelajari tauhid, hati menjadi tenang meyakini tentang iman kepada Qadha & Qadar Allah. Semua takdir Allah, memang mengandung hikmah. Tanpa pertolongan Allah, kita hanyalah makhluk yang lemah. Kita hanya bisa berikhtiar semampunya, menjalani kehidupan dengan tetap menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Nam...

Semakin Dewasa

Semakin dewasa, cita-citanya dari yang berorientasi keduniaan, sekarang semakin sederhana, sederhana, dan sederhana. Semakin dewasa, cita-citanya yang lebih realistis. Semakin dewasa, semakin merasa cukup dengan apa yang Allah beri. Semakin dewasa, Ia makin paham jika bertindak sewajarnya itu lebih menenangkan. Semakin dewasa, Ia mulai tahu bahwa terlalu berlebihan menanggapi sesuatu akan berlebihan pula kekecewaannya nanti. Dan tak semua hal perlu ditanggapi. Tak berharap apa-apa, hanya mengikuti aliran kehidupan yang sudah Allah tetapkan. Semakin dewasa, Ia mulai paham bahwa tak semua hal ternyata harus Ia tahu. Ada beberapa hal yang lebih menenangkan jika tidak diketahui. Semakin dewasa, Ia sadar ternyata kebahagiaan pun bisa didapatkan dari hal-hal kecil di sekitarnya. Semakin dewasa, Ia merasa lebih bahagia merasakan alur kehidupan yang terasa lambat.  Merasakan hawa udara yang ada di sekitar,  Merasakan suara-suara sederhana dari angin dan hujan atau nyanyian burung,...

Back To 2020 -Journey To Find Peace-

Image
2020 , again and again I always try to find "peace". And i reach the peace when I get to know more about the Rabb, Allah, Creator of The Universe. Every year there will always be happiness, confusion, sadness, etc. On that year, rather than complain to human, or just "holding" that's not healty.. I try to pour it out to Allah. Also, this pandemic we are always at home, so we can taste more time to closer to Allah.. More time to self muhasabah. Even tho our faith is really tested.  But when you feel alone, we are not really alone. There is Allah:'') Laa hawla wala quwwata illa billah. Alhamdulillah.. the peace I got made me even more blessed. Hopefully this will always maintained every day, aamiin. —Rihlatul-Amal January 9, 2021. At Dompu.

Sederhana; Lebih Nikmat & Tenang

Beberapa hari ini aku kembali merenung, mendapat suatu hikmah dari hal-hal kecil di sekitarku. Tentang kesederhanaan, ternyata memang tak mesti dengan mendapatkan semua hal yang membuat hidup kita lebih bahagia. Namun dengan merasakan kecukupan, bahkan dengan barang-barang yang tak mahal. Saat kembali merantau ini, aku kembali mengikuti kajian offline di sebuah Masjid di Kota Malang lagi. Akhirnya, aku baru bisa berkenalan dengan salah satu ummahat yang sebenarnya sudah sering bertemu saat kajian dulu. Sebut saja mbak I. Rasanya aku sangat takjub dan masyaallah saat melihat keluarga kecil beliau, dan pengajaran beliau pada anak-anaknya. Tentang pengajaran menutup aurat sedari dini, diajaknya anak-anak ke kajian, dan mengajak mereka sholat. Sederhana memang, tetapi cukup menusuk pada diri ini, "Apakah aku bisa menjadi ibu yang sebaik itu?" Mengajarkan perkara tauhid, ibadah, aurat sejak mereka kecil... Anak-anaknya tetap mengikuti sholat meskipun belum sempurna. Meskipun masih...

Mencari Ketenangan

Di penghujung bulan Oktober ini, atas izin Allah aku diberikan kembali 'ketenangan' yang selama ini kucari. Masih berkaitan dengan tulisan-tulisanku sebelumnya, berkaitan dengan adab, akhlak , dan meninggalkan serta menghindar . Serta ada kaitannya dengan kajian-kajian yang kuikuti sebelumnya. Dan ada suatu hal yang perlu diingat, untuk menjadi orang baik, maka kita harus selalu tenang dalam menyikapi masalah. Bersabar dan jangan marah. Seperti meneladani sikap Nabi Muhammad ﷺ. Pada kajian Umdatul Ahkam lalu contohnya, Nabi Muhammad ﷺ sangat toleran pada orang Badui yang kencing di Masjid. Beliau tidak memarahinya langsung, tetapi menunggu Badui tersebut selesai kencing, baru dinasihati.  Mengapa beliau melakukan itu? Kenapa tak langsung dimarahi saja?  Sebab beliau mengetahui banyak dampak bila dimarahi duluan, akan lebih berceceran di Masjid, dan akan berakibat makin buruk. "Menghindari kehancuran lebih baik dan utama daripada mencari maslahat" Maka hikmahnya, yai...

Rest.

I just need rest. I just need 1 day or more. Were I am really don't go to anywhere. Just here. Skip all of life routines that all about dunya. Learn more about Islam and close to Allah. I want to leave from activities that I joined, that made me priority dunya over the deen. But I don't want to feel pressured when I don't do the task that I must to do. Holiday. Holy day. Graduation day. Please come fast. I need you. —Rihlatul-Amal November 20, 2018 At Malang